Uncategorized

Jangan Sampai Salah,4 Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Kambing

Jangan Sampai Salah,4 Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Kambing

KORANPALAPA – Jangan Sampai Salah,4 Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Kambing. Daging kambing dan sapi identik dengan Hari Raya Idul Adha. Setiap tanggal 10 Zulhijah umat Muslim merayakan hari raya ini dengan penuh suka cita. Di hari ini dan tiga hari setelahnya, menyembelih hewan kurban dilakukan.

Di Hari Raya Idul Adha memasak daging menjadi momen yang ditunggu banyak orang. Sapi dan kambing menjadi jenis daging kurban yang umum disembelih. Terkadang daging sapi dan kambing kerap tercampur saat dibagikan.

Ini membuat orang harus memisahkan antara daging kambing dan sapi. Tak jarang banyak yang mengalami kesulitan saat membedakannya. Ini karena ketika daging sudah dipotong, tampilannya sekilas akan nampak sama.

Tak perlu bingung, ada cara untuk mengenali daging kambing dan sapi. Perbedaan daging sapi dan kambing bisa dilihat dari karakteristiknya. Daging sapi dan kambing punya ciri khas yang mudah dikenali. Berikut Jangan Sampai Salah,4 Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Kambing AgenPokerOnline dari berbagai sumber Sbb ;

Aroma

Daging Sapi Mentah

Cara membedakan daging kambing dan daging sapi yang paling mudah adalah dari aromanya. Daging kambing dan sapi punya aroma berbeda. Aroma daging bisa dikenali baik dalam keadaan mentah maupun matang.

Daging kambing punya aroma yang lebih mencolok. Aroma daging kambing akan tercium amis atau “prengus”. Terkadang bau daging kambing tetap bertahan jika pengolahannya tidak benar. Sementara daging sapi memiliki aroma yang tidak begitu amis dan mencolok. Ketika diolah aroma amis bisa hilang dengan mudah.

Tekstur

Ilustrasi

Daging kambing memiliki tekstur yang cenderung kasar. Daging kambing lebih lunak daripada daging sapi yang kenyal. Serat-serat daging kambing lebih tebal. Ini karena massa otot kambing biasanya lebih banyak. Jika tidak dimasak dengan benar, daging kambing bisa terasa alot.

Sementara daging sapi memiliki tekstur yang lebih halus dan lembut. Serat-serat daging sapi cenderung lebih kecil dan renggang. Ketika dimasak, daging sapi cenderung lebih cepat empuk dibanding daging kambing. Sapi juga punya garis putih panjang yang merupakan lemak, sementara kambing tidak.

Warna

ilustrasi daging penyebab bau/pixabay

Dilihat dari tampilannya saat masih mentah, warna daging kambing dan sapi punya perbedaan. Daging kambing punya warna yang lebih merah dan cerah. Daging kambing yang lama dibiarkan di suhu ruang akan berubah menjadi merah pucat, agak ungu.

Sementara daging sapi punya warna merah pucat. Jika dibiarkan lama di suhu ruang daging sapi akan berubah warna menjadi kecokelatan hingga gelap.

Rasa

Jangan Sampai Salah

Saat dimasak, daging sapi dan kambing punya rasa yang berbeda. Kambing punya rasa yang lebih gurih dibanding sapi. Baunya yang khas juga bisa memengaruhi rasa daging kambing.

Daging sapi juga punya rasa gurih, namun tidak segurih daging kambing. Baunya pun tidak sekuat daging kambing. Daging bisa lebih empuk dibanding daging kambing yang cenderung alot.

Perbedaan nutrisi daging kambing dan sapi

Daging kambing dianggap lebih rendah kolesterol dibanding daging sapi. Dalam 100 gram daging kambing matang hanya mengandung 75 mg kolesterol. Sementara 100 gram daging sapi bisa mengandung 90 mg kolesterol.

Lemak yang dimiliki daging kambing juga jauh lebih sedikit. 100 Gram daging kambing mengandung 3 gram lemak. Sementara lemak daging sapi bisa mencapai 15 gram tiap 100 gramnya.

Daging kambing memiliki jumlah kalium, vitamin B, zat besi, dan magnesium yang lebih tinggi. Meski daging kambing lebih unggul dari sapi dalam jumlah nutrisi, konsumsi keduanya juga tidak boleh melebihi batas wajar.

Konsumsi daging merah berlebihan dapat dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan. Daging merah masih aman dikonsumsi pada jumlah 350-500 gram dalam seminggu. Meskipun daging merah memiliki banyak manfaat kesehatan, sering kali daging merah tinggi kolesterol dan lemak jenuh.

Pilih potongan daging tanpa lemak untuk dikonsumsi. Daging tanpa lemak jauh lebih sehat. Contoh daging tanpa lemak seperti bagian sirloin dan tenderloin.

Manfaat konsumsi daging merah

Jangan Sampai Salah

Daging sapi dan kambing merupakan jenis daging merah yang bisa dengan mudah ditemukan. Konsumsi daging merah dalam jumlah tepat bisa memberi manfaat kesehatan. Daging merah mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk zat besi, vitamin B-12, dan seng.

Makanan hewani, seperti daging dan susu, adalah sumber utama vitamin B-12. Daging merah juga kaya akan nutrisi penting seperti creatine dan carnosine. Orang yang menghindari mengonsumsi daging sering kali kekurangan nutrisi ini yang berpotensi memengaruhi fungsi otot dan otak.

Daging merah dikenal kaya akan zat besi. Daging merah tidak hanya merupakan sumber zat besi yang sangat baik terutama zat besi heme.

Lebih penting lagi, daging merah juga menghasilkan protein lengkap. Protein lengkap mengandung semua sembilan asam amino esensial. Protein yang didapatkan dari daging merah mengandung semua asam amino yang diperlukan untuk membangun dan memperbaiki otot.

Daging merah juga merupakan sumber seng yang baik. Tubuh membutuhkan seng untuk membangun massa otot, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu mendukung otak yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *